Posts

Sahabat Sejati

Sahabat Sejati Malam itu, saat aku masih tertidur, aku dibangunkan oleh seseorang yang tidak aku kenal. Dia menghampiriku dan langsung memintaku bergegas pergi.  " Ayo kita berangkat" Dia berkata. "Berangkat kemana?" Aku bertanya keheranan.  "Kan dulu sudah sepakat bahwa hari ini kita akan berangkat ke stasion. Setelah itu, nanti juga kamu tahu." Tandasnya. "Sama siapa?" Aku kembali bertanya. "Kamu boleh mengajak sahabat-sahabatmu yang akan bersedia menemanimu. " Dia menyahutku. Di ruang keluarga, telah nampak tiga orang sahabat; Harda, Anri, dan Amlih. Aku segera mendatangi Amlih , sahabat yang paling aku sayangi. Aku rela melakukan apapun demi sahabatku ini. Pada siang hari, aku selalu menghabiskan waktu bersamanya. Bahkan, pada malam hari pun aku sering bersamanya. Aku sangat bangga dengan Harda. Aku sering memamerkan kebersamaanku dengannya kepada orang lain, baik dalam dunia nyata maupun dengan memposting di berbagai media sosial. ...

PPGP dan Relevansinya dengan Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah

  PPGP dan Relevansinya dengan Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah Muhamad Abduh, GP Angkatan 2 Kab. Lebak   A.   Pendahuluan Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) merupakan paket kelima dari rangkaian kebijakan merdeka belajar yang diluncurkan oleh Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim. Sejak program ini diluncurkan, yaitu pada pertengahan tahun 2020, telah banyak beredar informasi terkait manfaat yang diperoleh oleh peserta yang mengikuti program ini. Informasi yang paling menarik perhatian adalah terkait masa depan guru yang telah dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat guru penggerak.  Mereka akan diberikan tugas menjadi kepala sekolah. Ternyata benar adanya. Di penghujung akhir tahun 2021, tepatnya pada tanggal 17 Desember, Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim menerbitkan peraturan Nomor 40 Tahun 2021 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah. Bab II Pasal 2 huruf c menyatakan bahwa salah satu persyaratan penugasan guru sebagai kepala sekolah ha...

Refleksi Aksi Sosialisasi

Pasca audiensi dengan para petinggi, komunitas praktisi berkolaborasi dalam aksi sosialisasi, berbagi strategi terkait seleksi dan simulasi, serta beratraksi sebagai bukti eksistensi bagi mereka yang tersaingi ataupun antipati. Institusi yang didatangi terkadang memberi rejeki yang dari mereka mengingkari karena menghakimi sebagai grativikasi, serta mereka yang mengantongi karena situasi dan kondisi. Kembali ke institusi untuk menjalani tupoksi, diakhiri dengan refleksi diri dan evaluasi, ditemani rekan seprofesi dan secangkor kopi. Saat menyampaikan alur pendaftaran, penjelasan mereka sungguh menawan, bak pahlawan dari medan peperangan, dengan penyambutan, pujian, dan tepukan puluhan bahkan ratusan partisipan. Ada juga yang ketahuan melakukan tindakan dan ucapan yang tidak menyenangkan dengan celotehan, cemoohan, ataupun pulang duluan karena bosan atas paparan yang tak kesampaian. Kala sang surya kembali ke peraduan, mereka berlarian dengan kendaraan, bukan ke kediaman mantan di ...

Pemetaan Tujuh Aset yang dimiliki Sekolah

Image
  Modul 3.2.a.7 Demonstrasi Kontekstual Pemetaan Tujuh Aset yang Dimiliki Sekolah A. Pendahuluan  Diantara tugas seorang pemimpin pembelajaran yaitu dapat memetakan serta menganalisis sejauh mana potensi kekuatan aset yang sekolah miliki untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Salah satu pendekatan yang menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat fokus memberdayakan aset yang dimiliki sekolah serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi lebih berdaya guna adalah Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) yang merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yaitu  A sset-Based Community Development (ABCD). Terdapat 7 aset utama atau di dalam buku ini disebut sebagai modal utama menurut Green dan Haines (2002) dalam Asset building and community development , yaitu: (1) Modal Manusia, (2) Modal Sosial, (3) Modal Fisik, (4) Modal Lingkungan/alam, (5) Modal Finansia...

Koneksi Antar Materi_Pengambilan Keputusan Pemimpin Pembelajaran

Image
Koneksi Antar Materi_Pengambilan Keputusan Pemimpin Pembelajaran By: Muhamad Abduh "Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka ; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka, ( QS. Asy-Syura Ayat 38 A. Dilema Etika Versus Bujukan Moral 1. Etika dan Moral Secara konsptual, etika dan moral merupakan kata yang sama, yaitu menilai mengenai sesuatu yang dianggap baik dan buruk. Perbedaan keduanya  menurut Moral PN. Masnizah Mohd (2005) bahwa moral menyangkut tentang persoalan yang benar atau salah, sesuatu yang perlu dilakukan dan ditinggalkan atau alasan-alasan tertentu pada suatu keadaan tertentu. Sedangkan etika merupakan studi mengenai bagaimana tingkah laku suatu individu atau golongan bernilai baik atau sebaliknya yang berdampak pada sosial. Singkatnya, moral ialah kebiasaan yang berlaku dalam suatu masyarakat, sesuatu yang diterima oleh masy...

Demontrasi Kontekstual _Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

Rasulullah saw bersabda عَنْ عَمْرِو بْنِالْعَاصِ – رضي الله عنه – أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّىاللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يقول إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَفَلَهُ أَجْرٌ. Dari Amr bin Ash bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda,  “Ketika seorang hakim hendak memutuskan hukum, lalu berijtihad, kemudian benar, ia mendapatkan dua pahala. Jika ia hendak memutuskan hukum, lalu berijtihad kemudian ternyata salah, ia dapat satu pahala.”  (HR. Muslim) Salah satu tugas tersulit bagi seorang pemimpin, termasuk pemimpin pembelajaran di sekolah adalah mengambil suatu  keputusan yang efektif. Keputusan-keputusan yang secara langsung atau tidak langsung dapat menentukan arah dan tujuan sekolah yang dipimpinnya sehingga berdampak kepada mutu pendidikan yang didapatkan murid-murid. Ketika kita dihadapkan pada sebuah persoalan yang harus diputuskan, kita harus memastikan bahwa per...

KEGIATAN MOJEY SEBAGAI BENTUK PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SMPN 4 LEBAKGEDONG

  KEGIATAN MOJEY SEBAGAI BENTUK PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SMPN 4 LEBAKGEDONG A.       Latar Belakang Terwujudnya para pelajar yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia merupakan salah satu Profil Pelajar Pancasila yang menjadi tujuan dari Merdeka Belajar. Untuk mewujudkan tujuan tesebut, perlu upaya dari berbagai pihak, termasuk sekolah sebagai insitusi pendidikan yang selalu berkolaborasi dan menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitarnya. Sebagai institusi yang berada di lingkungan masyarakat religius dengan banyaknya pondok pesantren, SMPN 4 Lebakgedong terus berupaya mewujudkan program-program keagamaan sebagai penerapan budaya positif di sekolah seperti pelaksanaan sholat dhuha dan sholat dzuhur berjama’ah, kegiatan peringatan hari-hari besar keagamaan, serta program tahfidz Al Qur’an. Meskipun di masa pandemi Covid 19, SMPN 4 Lebakgedong masih melaksanakan program-program yang dimungkinkan dilaksanakan melalu...